Semalam, Satlantas Polrestabes Surabaya Tilang Ratusan Motor

3 tILANG TABESTribratanewsJatim.com: Terkait Operasi Zebra Semeru 2015, genderang untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelanggar lalu lintas ditabuh oleh anggota Satlantas Polrestabes Surabaya, semalam. Tindakan tegas tanpa toleransi ini diberlakukan pada pengendara sepeda motor yang terkena tilang, Senin (2/11/2015).

Kegiatan gelar tilang itu berlangsung di sekitar kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Jalan A Yani Surabaya. Ratusan pengendara yang terkena tilang karena berbagai pelanggaran, diantaranya ada yang tidak memiliki SIM, perlengkapan kendaraan protolan dan spion hanya satu termasuk knalpot brong.

Razia kendaraan bermotor itu juga melibatkan puluhan anggota polisi lalu lintas (Polantas) yang siap berjejer di pinggir jalan A Yani. Jalan raya yang satu ini dikenal macet ditambah lagi dipergunakan untuk lokasi tilang kendaraan. Meski arus mobil merayap malam itu, namun tidak mengurangi kelancaran arus lalu lintas. Anggota Polantas yang dilibatkan razia tilang  termasuk Polwan. (mbah heru)

Foto: Ratusan sepeda motor tertilang

Polres Banyuwangi Panen Tangkapan Pelaku Narkoba

3 narkoba banyuwangiTribratanewsJatim.com: Peredaran narkoba di wilayah Sunrise of Java tidak pernah habis. Di awal November, empat pelaku yang terkait serbuk haram ini kembali diringkus anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi.

Tersangka pertama yang diamankan adalah Hendra Wahyudi (24), warga Jalan Taruma Negara No. 06 Lingkungan Tamanbaru, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur. Tersangka ditangkap petugas sekitar pukul 17.00 WIB, di Perum Sobo Indah Permai Kelurahan Sobo atas kepemilikan 11 paket narkotika jenis sabu dengan berat bersih 3,02 gram.

Bukti lain yang diamankan antara lain dua plastik klip bekas sabu, 4 timbangan digital, sebuah HP Asus,  satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah nopol  P 2388 YH, serta sejumlah bukti pendukung lainnya.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Agung Setya Budimengatakan, Hendra merupakan kaki tangan JN yang saat ini tengah menjalani mendekam di LP Banyuwangi terkait kasus narkoba. Tugas Hendra adalah mengambil sabu dari titik ranjau SS, kemudian memecahnya menjadi paketan kecil siap edar. “Selain jadi kurir, tersangka juga memasarkan sabu,” katanya.

Pelaku kedua dan ketiga yang diamankan sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (1/11/2015) bernama Rizki Arisandy Akbar (19), mahasiswa semester satu Untag Banyuwangi, asal  Lingkungan Mojoroto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri; serta Tio Virgianto Setiawan (19), warga  Jalan Ikan Gurami No. 127 Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.

Rizki diamankan petugas saat mengalami kecelakaan tunggal  di jalan raya depan Pabrik Asbes, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat. Sebanyak 2000 butir pil Trihexyphenidil serta sebuah Hp Nokia 103 diamankan sebagai bukti.

“Bukti ini baru dibeli dari FR di kawasan Genteng. Pembelian itu lewat seorang perantara bernama Tio Virgianto,” sambung AKP Agung.

Pelaku yang naik kendaraan seorang diri sempat diamankan di pos lantas Polsek Rogojampi. Saat dimintai keterangan jawaban Rizki ngelantur. Aparat mencurigai oknum mahasiswa ini tengah mabuk. Kecurigaan itu kian kuat saat petugas menemukan 2000 pil trek dalam dua bungkus plastik yang disimpan dalam saku pakaian yang dikenakannya.

Kasus ini lantas diserahkan ke Satnarkoba Polres Banyuwangi. Dalam pengembangan akhirnya petugas berhasil meringkus juga Tio Virgianto yang menjadi perantara pembelian pil setan tersebut.

Untuk tersangka terakhir yang dibekuk juga masih terkait pil trex. Dia bernama Ahmad Danu Kurniawan (22),  tinggal di Jalan Ikan Pesut No. 04 Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Penangkapan digelar sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (1/11/2015) di kosan Kail di belakang Ramayana, Kelurahan Tukangkayu.

“Ada 5 kaplet pil Trihexyphenidil, sebuah HP Samsung Galaxy Mega milik pelaku kita amankan. Barang di tangan tersangka juga dibeli dari FR yang tinggal di Genteng. Berarti ada tiga jaringan FR yang kita amankan secara bersamaan,” ujar AKP Agung. (bpbwi/mbah heru)

Foto: tersangka narkoba

Jelang Pilkada Serentak, Kapolres Jember Pantau Aktifitas Pos Kampling

2 Kapolres Jember Pos KamlingTribratanewsJatim.com: Guna menggalang partisipasi warga peduli kamtibmas menjelang Pilkada Serentak 9 Desember 2015, Kapolres Jember AKBP M Sabilul Alif SH SIK terjun langsung memonitor aktifitas Pos Kamling sambil don can don bersama warga lingkungan Sumber Dandang, Kelurahan Kebonsari –Sumbersari –Jember, Jawa Timur, Minggu (1/11/2015).

Kegiatan  “Cakrukan” dan koordinasi polisi bersama warga ( Pos Wedang Cor ) ini  dihadiri lebih 100 orang berikut Lurah Kebonsari yang juga turut ikut mendampingi warganya.

Kapolres Jember mengharapkan forum silaturahmi bisa membangun sinergitas polisi dan masyarakat semakin terjalin kuat dengan dukungan penuh masyarakat dalam upaya menjaga kondusifitas selama Pilkada di Jember.

Selain itu, Kapolres juga  mengingatkan warga agar melindungi keluarganya dari bahaya pengedaran narkoba dan miras yang sudah mewabah sampai lingkungan RT/ RW.

“ Peran orangtua bertanggung jawab untuk mengawasi anak-anak dan keluarganya agar terhindar dari mengkonsumsi barang haram miras dan narkoba. Polres Jember juga berkomitmen membebaskan  narkoba pada seluruh anggota,“ kata Kapolres Jember.

Pelaksanaan Pilkada serentak yang semakin mendekat membuat Polres Jember semakin mematangkan kesiapan membangun partisipasi masyarakat menjaga keamanan lingkungan masing masing.

“ Terkait kesiapan dan kesiagaan menjelang Pilkada, kami mengharapkan Pos Kamling semakin diaktifkan untuk menjaga keamanan bersama, “ ujar Kapolres.

Diakhir pertemuan sambang dengan warga Sumber Dandang, Kapolres Jember memberikan sarana kontak kepada perwakilan warga setempat sebagai tali asih wujud kebersamaan polisi dan masyarakat jember. (hpj/mbah heru)

Foto: Kapolres Jember Giatkan Poskampling  

Jadi Irup di SMAN 2, Kapolres Nganjuk Ingatkan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Reaja

 

2 Kapolres irup pelajarTribratanewsJatim.com: Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad Darwis SIK MSi menjadi inspektur upacara (Irup) pada pelaksanaan upacara bendera di SMA Negeri 2 Nganjuk, Jawa Timur, Senin (2/11/2015). Tujuan kegiatan tersebut untuk lebih mendekatkan aparat kepolisian dengan dunia pendidikan, terutama dikalangan para pelajar dan guru sekolah.

Dalam kegiatan ini, Kapolres Nganjuk juga menyampaikan beberapa arahan dan amanatnya yaitu, tentang kenakalan remaja, mulai dari trek-trekan, narkoba dan sex bebas yang saat ini menjadi trend dikalangan para remaja.

Selain itu, Kapolres juga mengajak dan memotivasi agar para pelajar belajar lebih giat dan menjauhkan diri dengan hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memancing para pelajar agar lebih dekat dengan Polri termasuk  para pelajar menerima kehadiran polisi sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.

Tujuan lainnya, mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar maupun lingkungan sekolah. Langkah ini menjadi penting mengingat usia ABG sangat rentan dan cepat terpengaruh dengan masalah itu.

Upacara bendera di SMA Negeri 2 Nganjuk  ditandai dengan pengibaran Sang Saka merah Putih, Pembacaan Teks Pancasila oleh Irup dan Pembacaan UUD 45 dan janji siswa oleh siswa yang ditunjuk. (mbah heru)

 

Polwan Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Curanmor Juga Pengedar Pil Koplo

2 Polwan Polrestabes tangkap penjahatTribratanewsJatim.com: Polisi wanita (Polwan) Polrestabes Surabaya berhasil membekuk dua pemuda teler akibat pil koplo. Kedua pemuda yang tertangkap itu bernama Arif Khosim Sabilillah (23) asal Gubeng Airlangga dan Anang (15) asal Kediri, Jawa Timur. Kedua tersangka ini tertangkapsaat melakukan pencurian kendaraan (curanmor) di Gubeng Klingsingan Surabaya.

Sebelum tertangkap, kedua pemuda itu terlebih dahulu diamankan oleh warga sekitar, sebab disaat mencuri motor honda GL Max bernopol W 2416 EY diketahui oleh pemiliknya, yaitu Erik Joni, mahasiswa yang kos di Gubeng Klingsingan.

Merasa motornya dituntun oleh orang tidak dikenal, Erik langsung berteriak maling hingga teriakkan itu membuat warga setempat secara beramai-ramai menangkap pelaku. Dan kebetulan waktu itu ada polisi langsung diamankan. Usai melakukan penangkapan, kedua pelaku digiring ke Mapolrestabes untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari keterangan warga, pelaku sebelum beraksi terlebih dulu bertanya-tanya sama warga sekitar dengan alasan mencari kos-kosan,” kata Bripda Aufa Delinda Putri, Srikandi Polrestabes Surabaya yang menggiring pelaku, Senin (2/11/2015).

Namun demikian, kenyataannya kedua pelaku yang saat itu mengendarai motor honda Beat  warna pink bernopol AG 3142 FH sedang mencuri motor milik Erik. “Pelaku sebenarnya berhasil membawa motor korban. Karena motor tidak bisa menyala akhirnya dituntun, saat itulah korban mengetahui hingga diteriaki maling,”  lanjut  Bripda Aufa Delinda Putri.

Ketika digelandang ke Mapolres untuk pemeriksaan, ternyata tas kecil yang dibawa tersangka berisi ratusan pil dobel L. “Saya tadi tidak mencuri itu motor pinjem ke teman dan pil itu untuk dikomsumsi sendiri,” kata Arif.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar mengatakan, tersangka masih dalam pengaruh pil dobel L yang telah dikomsumsinya, sehingga masih belum bisa dimintai keterangan atas pencurian motor, termasuk dari mana asal usul ratusan pil itu.  (bj/mbah heru)

Polres Banyuwangi Amankan Lelaki yang Kencani Siswi SMK

2 GAdis dilarikan  BayuwangiTribratanewsJatim.com: Keluarga M Yusuf resah. Sebab, putrinya yang berinisial PA (15), Sabtu (31/10/2015) lalu, tak kunjung pulang ke rumah di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, meski jam sekolah telah usai.

Informasi yang diterima keluarga, sekitar pukul 11.00 WIB, PA sudah meninggalkan sekolah karena dijemput seorang laki-laki yang mengaku saudaranya. Menurut cerita Kapolsek Giri Iptu Sudaryono, pencarian terhadap PA dilakukan pihak keluarga sampai ke wilayah Muncar. Namun usaha itu tak juga membuahkan hasil.

“Setelah diadakan pencarian ke sejumlah lokasi dan korban  tidak ditemukan, maka pada Minggu (1/11/2015) sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga M Yusuf melaporkan  kasus ini ke Polsek Giri – Polres Banyuwangi. Sebelumnya mereka melapor ke Mapolsek Kalipuro. Berhubung TKP awal ditengarai berlangsung di wilayah Giri, maka diarahkan untuk melapor kemari,” kata perwira yang baru pertama menjabat Kapolsek Giri.

Kebetulan, PA merupakan salah satu pelajar kelas 10 sebuah SMK swasta di wilayah Kecamatan Giri. Usai mendapat laporan itu, polisi melakukan lidik. Nomer HP korban pun coba dihubungi menggunakan nomer orang tuanya. Walaupun aktif tapi PA enggan untuk mengangkat.

Pelacakkan lantas kita lakukan menggunakan GPS. Sinyal HP korban yang aktif mempermudah aparat dalam melakukan pencarian. Sampai akhirnya lokasi PA diketahui berada di Hotel Lingkar Ketapang sekitar pukul 22.30 WIB, Minggu (1/11/2015) malam..

Sewaktu polisi datang korban sedang  berduan di dalam kamar bersama seorang lelaki. Pria itu yang sejak siang menjemputnya di sekolah. Lelaki yang belum memiliki perkerjaan ini bernama Rudi Irawan (21), warga Jalan Banterang, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi.

“Begitu meninggalkan sekolah pukul 08.30 WIB, Sabtu (31/10/2015), pelaku langsung mengajak korban chek in di hotel yang sama. Keduanya sempat chek out Sabtu sore. Namun pada Minggu sore keduanya kembali menyewa kamar di hotel ini,” lanjut Kapolsek Giri.

Ada pengakuan yang berbeda antara korban dengan tersangka. Selama tinggal di hotel PA mengaku disetubuhi lelaki yang baru dikenalnya sebulan itu sebanyak 5 kali. Sementara versi pelaku justru jauh lebih banyak, yakni 7 kali. Berhubung terjadi di dua wilayah Polsek yang berbeda, akhirnya kasus ini dilimpahkan ke PPA Polres Banyuwangi.

“Senin (2/11/2015) siang korban dan pelaku kami serahkan ke Polres. Penanganan dialihkan kesana,” tambah Iptu Sudaryono yang kebetulan menerima langsung laporan orang tua korban.

Semula pihak sekolah tidak menaruh curiga saat PA pamit absen tidak mengikuti perkemahan Sabtu malam Minggu yang digelar pihak sekolah di daerah Selogiri. Ijin itu diberikan karena korban beralasan orang tuanya sedang sakit.

Sementara pelaku Rudi Irawan datang menjemput korban dengan alasan orang tuanya sakit dan ada salah satu kerabatnya yang meninggal, pihak guru memperbolehkannya. Ternyata toleransi pihak sekolah malah dimanfaatkan pelaku untuk berbuat asulisa terhadap pelajar yang masih di bawah umur.

Kasus PA ini menjadikan tiga kasus kekerasan seksual yang dialami kaum hawa terjadi di awal November. Dua kasus lainnya menimpa sebut saja Ita (28)  karyawan Warung Bik Atik yang  beralamat di Jalan Ahmad Yani Banyuwangi. Wanita asal Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat ini diperkosa oleh Ahmad Faroqi Daniyal Abisina (22), yang juga mantan karyawan Warung Bik Atik. Lelaki ini nekad mencongkel pintu mess warung lantas memperkosa korban. Kasus ini ditangani Satreskrim Polres Banyuwangi.

Bersamaan dengan kasus itu, Polsek Banyuwangi juga mengamankan AJR (17), pemuda asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Pelajar ini diduga terlibat aksi pencabulan terhadap gadis yang masih di bawah umur dengan inisial AN (15), tinggal di Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Pelaku nekad menyetubuhi korban dengan modus dicekoki minuman keras. (hpbwi/mbah heru)

Foto: Tersangka

 

 

Polres Banyuwangi Sebar 11 Baliho dan 9 Spanduk Narkoba

2 Baliho NArkoba BanyuwangiTribratanewsJatim.com: Polres Banyuwangi tengah berjuang keras untuk melawan bahaya narkoba. Mengungkap dan menangkap pelaku napza saja tidak cukup membuat lega. Sebab itu 11 baliho dan 9 spanduk tentang himbauan narkoba dipasang di sejumlah titik strategis.

Imbauan yang dirilis Subaghumas Polres Banyuwangi ini terpasang mulai Wongsorejo di wilayah Banyuwangi utara sampai Kalibaru di wilayah Banyuwangi barat. Informasi sosial itu bertuliskan bergambar tengkorak manusia dengan background warna merah darah.

“Melindungi masa depan bangsa dengan memerangi narkoba. Narkoba membunuh anak negeri, memusnahkan generasi” begitu pesan yang tertulis dalam pesan sosial tersebut. Menurut Kasubaghumas Polres Banyuwangi AKP Subandi, peringatan itu tidak hanya diperuntukkan bagi masyakarat umum. Pejabat dan aparat dari semua institusi pun masuk dalam sasaran imbauan tersebut.

“Itu peringatan bagi semua. Jangan mendekati atau main-main dengan narkoba. Sekali coba akan susah untuk menjauhinya. Lebih baik jangan pernah mencoba,” pesan mantan Kapolsek KP3 Tanjungwangi.

Pesan sosial itu sengaja dipasang di sejumlah titik strategis di hampir seluruh wilayah Banyuwangi, mengingat kasus napza yang diungkap jajaran Satnarkoba Polres Banyuwangi cukup tinggi.  Analisa dan evaluasi (Anev) sejak September – Oktober tercatat 20 pelaku terkait napza diamankan.

Selain masyakarat umum, zat berbahaya itu juga menyasar pejabat serta aparat termasuk anggota Polres Banyuwangi. Kasus paling anyar seorang oknum polisi terekam mengkonsumsi sabu yang videonya menghebohkan jagad media sosial.

“Imbauan itu adalah nasehat bagi siapa saja. Sebelum terendus aparat lebih baik bertobat. Bila itu aparat jelas akan terkena sanksi disiplin. Bentuknya bisa penundaan pangkat hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Mari kasihani diri dan keluarga sendiri,” pinta perwira asal Cluring.(hpbwi/mbah heru)

Foto: Baliho Narkoba digelar di beberapa titik di Banyuwangi

 

 

Kapolres Banyuwangi: Polisi yang Narkoba Diusulkan Dipecat

2 upacara Polres BanyuwangiTribratanewsJatim.com: Apel  gabungan yang melibatkan personil beserta anggota Bhayangkari digelar di Mapolres Banyuwangi, Senin (2/11/2015). Kegiatan yang baru pertama digelar ini dalam rangka memberi pemahaman kepada anggota Bhayangkari tentang tugas suaminya  berat.

“Punya suami polisi itu jangan disamakan dengan yang lain. Tugas polisi itu berat, sehinga kadang-kadang jarang pulang. Jangan ada prasangka negatif, silahkan dikomunikasikan apabila ada masalah,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama saat memberikan amanah apel.

Petinggi kepolisian di Bumi Blambangan ini juga meminta para anggota beserta istrinya untuk membangun keluarga  yang harmonis dan terhindar dari narkoba serta perselingkuhan. Para personil juga diminta menjauhi tempat hiburan malam.

“Jika tes urine postif akan kita usulkan pecat. Lebih baik anggota Polres Banyuwangi sedikit namun baik ketimbang banyak bermasalah,” tegas Kapolres.

AKBP Bastoni Purnama  juga menekankan agar anggota maupun istrinya tidak lagi membiasakan diri selfie lantas mengunggahnya di media sosial. Seperti yang beberapa hari ini ramai dibicarakan lantaran oknum anggota polisi yang videonya direkam dan diunggah oleh istrinya sendiri saat mengkonsumsi narkoba. Banyuwangi yang semula terkenal karena pegelaran festival kini terkenal gara-gara oknum polisi yang masih nakal.

“Jangan mengunggah permasalahan ke media sosial. Sekarang tidak jamannya lagi mengunggah foto selfie di medsos. Awalnya yang diunggah foto atau video selfie biasa. Lama-lama bisa badannya yang diunggah,” lanjut Kapolres.

Mulai saat ini para personil diminta untuk memikirkan tugas dan ibadah untuk hidup setelah mati. Karena itu para Kapolsek diminta untuk menggelar pengajian rutin mingguan maupun bulanan dengan melibatkan anggota bhayangkari.

“Anggota lapangan juga diikutkan. Adakan tausiyah agar ada siraman rohani. Silahkan pengajian itu dijadikan forum diskusi untuk membicarakan masalah internal polisi maupun persoalan keluarga,” ujarKapolres.

Menurut Kapolres, tidak ada jenderal atau pengusaha yang sukses lantaran mengkonsumsi narkoba. Karena itu semua anggota maupun keluarganya diminta untuk menjauhi napza.

“Bisa ya pak untuk menjauhi narkoba? Sanggup ya untuk tidak selingkuh? Tidak ada toleransi bagi anggota yang pakai narkoba. Pasti langsung diusulkan PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” tegasnya.

Perwira dengan dua melati di pundak ini juga mengajak anggotanya untuk menghentikan kebiasaan selingkuh. Sebab ulah itu tidak ada manfaatnya. Para anggota diminta untuk menjaga komitmen keluarga.

“Jaga nama baik Polri. Satu bikin kesalahan dampak yang merasakan tidak hanya keluarga tapi juga institusi,” tandas Kapolres. (hpbwi/mbah heru)

Foto: Kapolres Banyuwangi Lakukan Apel Bhayangkari dan Anggota

 

Polri Mensosialisasikan Penanganan Ujaran Kebencian Via Media Sosial

16 Anton CharliyanTribratanewsJatim.com: Polri mensosialisasikan surat edaran Kapolri tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech) via media sosial. Adapun surat edaran bernomor SE/6/X/2015 tersebut diterbitkan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pada 8 Oktober 2015.

Surat edaran tersebut bertujuan untuk menindak netizen yang mengutarakan kebencian hingga berpotensi menimbulkan konflik sosial. Berikut beberapa kategori yang mengarah kepada ujaran kebencian Penghinaan,  Pencemaran nama baik, Penistaan, Perbuatan tidak menyenangkan, Memprovokasi, Menghasut dan  Penyebaran berita bohong.

“Surat edaran itu mengingatkan masyarakat, bahwa bila bicara pendapat baik orasi pidato atau di dunia maya harus berhati-hati. Jangan sembarangan melakukan penghinaan, perbuatan tidak menyenangkan menyangkut ras atau gender,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliya, Senin (2/11/2015).

Dalam surat edaran tersebut, penegakan hukum atas dugaan terjadinya tindak pidana ujaran kebencian akan mengacu kepada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun undang-undang yang berlaku.

Ancaman yang diterapkan yakni hukuman empat tahun penjara bagi siapa saja yang menyatakan permusuhan di depan umum, sesuai Pasal 156 KUHP.

Sementara bagi pihak yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis, akan dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta. Hukuman ini diatur dalam Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Ia mengatakan ujaran kebencian merupakan perbuatan yang merendahkan martabat kemanusiaan yang perlu mendapatkan perhatian secara serius. Hingga saat ini pihak kepolisian telah mendapatkan ratusan laporan dari masyarakat terkait hal ini.

“Hati-hati mulutmu harimaumu yang maknanya cermin budaya dari kata dan bahasa. Sebagai bangsa yang santun munculnya perbuatan ini sungguh memprihatikan. Kami kepolisian memilikia tanggungawab moral mencegah itu,” katanya. (bj/mbah heru)

Foto: Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charliyan

 

Kabid Humas: Tertangkap, Pelaku Pelemparan Rumah Aktivis Penolak Tambang di Lumajang

2 Kabid okTribratanewsJatim.com: Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono menegaskan, pelaku pelemparan rumah  Abdul Hamid aktivis tambang di Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Jawa Timur tertangkap. “Kini pelaku di tahan di Mapolres Lumajang,” kata Kabid Humas, Senin (2/11/2015).

Pelaku pelemparan rumah itu bernama Iwan, yang ternyata adik tersangka “Kasus Lumajang” berinisial W.  Sebegaimana diberitakan sebelumnya, musibah pelemparan rumah itu usai pasca pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan terhadap Tosan kedua petani asal Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian oleh kelompok pro tambang pada tanggal 26 September 2015.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (31/10/2015) siang lalu di Desa Selok Awar-awar kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Kayaknya Iwan, warga setempat tak puas sehingga nekat melakukan pelemparan rumah Abdul Hamid, salah satu warga yang menolak tambang pasir.

Pelaku Iwan mendatangi rumah Abdul Hamid dengan mengendarai sepada Motor Yamaha RX King warna kuning tanpa menggunakan plat nomer polisi langsung berteriak-teriak agar keluar rumahnya. Abdul Hamid tak kunjung keluar, akhirnya pelaku melempar batu mengenai kaca rumah Hamid.

Merasa takut dibunuh, Abdul Hamid langsung melaporkan peristiwa itu ke Polisi yang berada di Balai Desa. Polisi akhirnya mendatangi rumah korban, kemudian Iwan kabur dengan mengendarai sepada motornya.

“Dia datang ke rumah saya untuk mengancam akan membunuh. Aksi yang dilakukan ini masih berkaitan dengan penambangan pasir,” Kata Abdul Hamid.

Aksi Iwan untuk kabur terhenti, setelah sepeda motor yang di kendarainya ditabrak anggota polisi Polsek Pasirian Aiptu Suliono sehingga terjatuh.

“Kendaraan Iwan saya tabrak, lalu kami bawa ke Mapolsek Pasirian,”Ujar Aiptu Suliono Anggota Polsek Pasirian.

Sementara pasca pelemparan batu dan ancaman pembunuhan terhadap aktivis tambang pasir, Rumah Abdul Hamid di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian, Lumajang mulai di jaga polisi.

“Rumah Abdul Hamid mulai hari ini sudah di jaga polisi sekitar 6 orang di bantu dari Sat-pol PP,”kata Kapolsek Pasirian AKP Eko Hari Santoso saat di konfermasi, Minggu (1/11/2015)

Menurutnya, penjagaan yang di lakukan rumah Abdul Hamid akan di laukan selama 24 jam. Selain rumah Abdul Hamid, polisi juga masih berjaga di sekitar rumah salim kancil dan Tosan. Polisi juga masih bermarkas di kantor Balai Desa selok Awar-awar. “Penjagaan ini akan dilakukan sampai kondisi aman dan kondusif,”kata Eko. (mbah heru/boby)

Foto:Kabid Humas Polda Jatim saat memberi keterangan pers